Penyakit Jantung Lebih Rentan Menyerang Pria, Ini Penjelasannya

Kesehatan – Telah ada berbagai studi yang membuktikan bahwa ternyata penyakit jantung lebih rentan menyerang kaum pria. Salah satu temuan tersebut dipublikasikan oleh Harvard Medical School, Amerika Serikat. Studi yang dilakukan terhadap 34.000 penduduk Norwegia tersebut menemukan bahwa risiko penyakit jantung pada pria dua kali lipat dibandingkan dengan kaum wanita.

Ada hal yang menarik dari temuan ini. Pasalnya, secara anatomis sebenarnya ukuran bilik jantung wanita lebih kecil dibandingkan pria. Selain itu, volume darah yang dipompa jantung wanita dalam sekali denyut lebih sedikit 10 persen dibandingkan dengan kaum pria. Jadi, sebetulnya berdasarkan bentuk jantung, kerja jantung wanita relatif lebih berat ketimbang pria.

Para ilmuwan masih meneliti penyebab mengapa pria lebih rentan mengalami sakit jantung. Namun, hingga detik ini penyebab pastinya belum terkuak. Meski demikian, ada beberapa hal yang dianggap dapat menjelaskan fenomena tersebut.

  1. Estrogen, penjaga kesehatan kaum hawa

Wanita yang belum memasuki usia menopause memiliki kadar hormon estrogen yang tinggi dibandingkan dengan kaum pria. Meski peran utama hormon tersebut adalah untuk kesuburan wanita dan untuk mengatur siklus haid, tapi hormon ini juga berfungsi untuk melindungi pembuluh darah.

Adanya estrogen bisa membuat pembuluh darah tak mudah menyempit sekaligus tak mudah tersumbat. Oleh karena itu, penyakit jantung pun tak mudah terjadi.

Namun, ketika seorang wanita sudah mengalami menopause, estrogen turun drastis sehingga kadarnya menjadi sangat rendah di dalam darah. Oleh karena itu, wanita yang sudah mengalami menopause menjadi lebih rentan terkena penyakit jantung dibandingkan dengan wanita yang belum mengalami menopause.

  1. Rokok

Meski di zaman ini kebiasaan merokok bisa dilakukan baik oleh kaum pria dan wanita, proporsi pria yang merokok masih lebih besar daripada wanita. Gaya hidup tidak sehat inilah yang dianggap menjadi penyebab pria lebih rentan mengalami serangan jantung dan penyakit jantung koroner.

  1. Stres

Studi membuktikan bahwa pada orang yang bekerja, pria lebih rentan mengalami stres dibandingkan wanita. Saat stres, hormon epinefrin meningkat. Kondisi ini menyebabkan denyut jantung dan tekanan darah meningkat, serta pembuluh darah pun akan menyempit.

Pria yang mengalami stres secara tak langsung akan lebih rentan mengalami penyakit jantung karena terjadinya mekanisme tersebut.

Sampai di sini, penyebab pasti mengapa pria lebih rentan terkena penyakit jantung memang belum terjawab secara pasti. Namun, tiga poin yang disebutkan di atas dianggap dapat menjelaskan fenomena tersebut.

Perlu diingat bahwa selain faktor jenis kelamin, masih ada hal-hal lain yang memengaruhi terjadinya penyakit jantung, seperti pola makan dan aktivitas fisik. Kedua hal itu justru lebih berperan dalam menimbulkan sakit jantung dibandingkan dengan jenis kelamin.

Nah, bagi para pria, dengan adanya fenomena ini ditambah dengan hal-hal yang memengaruhi terjadinya penyakit jantung, jangan sampai hal tersebut membuat Anda pasrah dan menerima nasib untuk lebih mudah mengalami penyakit jantung. Agar para pria terhindar dari penyakit jantung koroner, terapkanlah hal-hal di bawah ini sesegera mungkin.

  • Perbanyak konsumsi sayur dan buah.
  • Batasi makanan berlemak seperti aneka gorengan dan daging berlemak. Usahakan untuk membatasi lemak paling banyak hanya 10 persen dari total makanan dalam sehari.
  • Tidak mengonsumsi minuman manis atau minuman bersoda.
  • Latihan fisik seperti lari, bersepeda, senam, atau berenang setidaknya empat kali dalam seminggu.
  • Jangan merokok atau segera hentikan kebiasaan merokok, dan jauhkan diri dari paparan asap rokok (perokok pasif).

Meski ada studi yang menemukan bahwa pria lebih rentan mengalami penyakit jantung dibandingkan dengan wanita, jangan sampai ini membuat Anda panik, terlebih pasrah. Dengan menerapkan pola hidup sehat, kaum pria pun bisa terhindar dari bahaya penyakit jantung. (rn/rvs)