Dituduh Lecehkan Wanita Saat Sosialisasi, Calon Kades Warakas Mengaku Dizolimi

SERANG,beritaindonesianet- Situasi politik menjelang Pemilihan Kepala Desa Warakas, Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang, Banten, memanas menyusul beredarnya isu pecehan yang dilakukan salah satu calon kades. Berita ini tentu saja membuat calon kades geram dan merasa dizolimi. Ia pun menantang pembuktikan tuduhan tersebut.
Dirinya mengatakan Perihal isu serta tuduhan tersebut yang di alamatkan kepadanya sangatlah di sayangkan. “Semuanya itu ga benar adanya bang alias HOAXS, saya merasa dizalami,” ujar Asmani, calon Kades Warakas, saat ditemui awak media, Minggu (13/06).
Asmani menduga berita hoax tersebut sengaja disebar untuk mencemarkan nama baiknya di masyarakat. “Ini sih jelas nampak terlihat seperti ingin menjatuhkan saya, serta menggoreng isu tersebut keranah politik. Semuanya tidak benar, ini telah menciderai nilai-nilai demokrasi, karena menurut saya ini jelas nampak ingin menjatuhkan kredibilitas dan nama baik saya sebagai calon kepala desa.”
Asmani mengaku sangat prihatin terhadap aksi keji orang yang telah membuat fitnah terhadap dirinya. Apalagi saat ini menjelang kontestasi pemilhan kepala desa. Asmani mengaku tidak pernah melakukan aksi seperti yang dituduhkan. Ia bahkan menantang pembuktian bahwa dirinya bersalah.
“Ini ada yang tega sampai hati mencoba ingin menggoreng isu tersebut ke ranah politik, apa buktinya kalau saya telah melakukan hal keji dan kotor tersebut, kalau memang saya terbukti bersalah dan isu itu benar silahkan laporkan saya ke pihak yang berwajib, saya siap untuk bertanggung jawab di hadapan hukum yang berlaku dan di hadapan Allah SWT jika saya terbukti bersalah, saya masih waras bang, naudzubilah jika saya melakukan hal tersebut,” ujarnya.
Karena itu, Asmani berharap agar masyarakat Desa Warakas, Kecamatan Binuang, terutama pendukungnya, tidak menelan informasi tersebut begitu saja.
“Saya harap masyarakat tidak sampai termakan serta menelan mentah-mentah soal isu tentang diri saya, terutama para simpatisan serta pendukung saya agar tidak terpancing tentang isu-isu yang berkembang beberapa hari terakhir, “ katanya.
Asmani berharap seluruh masyarakat Desa Warakas bisa bersama-sama menjaga marwah nilai-nilai demokrasi ini agar tidak diciderai oleh isu-isu politik. Ia juga menyerukan seluruh lapisan masyarakat Desa Warakas untuk bersama-sama ciptakan pesta demokrasi di ajang kontestasi pemilhan calon kepala desa yang bersih, aman, dan berintegritas.
“Sampai-sampai ada berita begini bang, bahwa katanya saya ngajak damai sama seseorang yang mengaku-ngaku sebagai korban tersebut dengan memberikan uang sebesar Rp.25.000.000,00 (dua puluh lima juta rupiah). Biarkan Allah saja yang membalas orang-orang yang mencoba menzalimi saya bang, saya hanya bisa berdoa saja kepada Allah agar mereka yang mencoba jahat kepada saya segera di berikan hidayah oleh Allah SWT, Allah Maha Melihat dan mengetahui semuanya, kelak kebenaran semua akan terkuak atas ijin Allah bang,” ujar Asmani.
Berdasarkan informasi warga, kejadian tersebut berlangsung Jumat pagi. Sekitar pukul 07.00, Asmani mendatangi rumah wanita yang disebut sebagai korban, untuk bersilaturahmi dalam rangka sosialisasi.
Akan tetapi setelah mengucapkan salam ternyata tidak ada respon dari pemilik rumah. Karena itu, Asmani pun maka langsung meninggalkan rumah si terduga korban.
Namun, selang beberapa hari kemudian si terduga korban yang bernama bunga (red. bukan nama sebenarnya) kemudian melaporkan peristiwa dugaan pelecehan tersebut kepada pihak kepolisian , namun setelah pihak kepolisian cek TKP dan mengumpulkan barang bukti di lapangan ternyata yang infonya tidak memenuhi unsur pidanaya.
Karena laporannya tidak diterima polisi, orang tua dari Bunga melaporkannya ke P2TP2A Kecamatan Binuang.
“Keluarga sudah melaporkan peristiwa ini kepada P2TP2A kecamatan Binuang” ungkap M selaku orang tua.
Sementara Camat Binuang Saprudin mengatakan bahwa perkara ini sudah ditangani pihak P2TP2A Kecamatan Binuang. Rencananya, Selasa depan pihaknya akan memanggil kedua belah pihak untuk di mintai keterangan.
“Kita akan panggil nanti hari Selasa, keterangan saksi dan korban serta si calon kades tersebut, jika benar bersalah dan ada unsur pidana kita serahkan kepada pihak yang berwajib yang akan di dampingi oleh petugas P2TP2A kecamatan Binuang,” jelasnya.(Lukm)