Peringati HAN 2022 di Banten, Menteri PPPA Ajak Semua Pihak Bersinergi dan Kolaborasi dalam Pemenuhan Hak Anak

SERANG, beritaindonesianet – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (PPPA-RI) Bintang Puspayoga mengajak semua pihak bersinergi dan kolaborasi dalam pemenuhan hak anak untuk mewujudkan tagline Hari Anak “Anak Terlindung Indonesia Maju”.
“Mari kita bergerak bersama, bersinergi, kolaborasi, kerjabersama, semua stake holder akan menjadi penting dalam pemenuhan hak anak untuk mewujudkan anak terlindungi, Indonesa maju,” ujarnya usai menghadiri peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di pendopo Gubernur Banten di kawasan KP3B, Kota Serang, Banten, Sabtu (13/08).
Menteri PPPA mengungkapkan terimakasihnya atas penyelenggaraan peringatan Hari Anak yang dikemas dengan baik. “Kita melihat Hari Anak Nasional di Provinsi Banten, terimakasih Bapak Penjabat Gubernur Banten beserta jajarannya, acara hari ini dalam rangka Hari Anak dikemas dengan sangat baik.”
Dalam kesempatan tersebut, Menteri PPPA juga mengapresiasi Pemerintah Provinsi Banten yang telah berkomitmen dalam penyelesaian permasalahan pemenuhan hak anak dengan melakukan sinergi, kolaborasi, kebijakan yang terintegrasi.” Bagaimana komitmen tadi kita sudah mendengarkan komitmen 15 anak di Provinsi Banten, yang akan segera ditindaklanjuti oleh Bapak Penjabat Gubernur Banten. Tentu saya sangat mengapresiasi komitmen sinergi kolaborasi untuk menyelesaikan permasalahan pemenuhan hak anak di kabupaten kota Provinsi Banten ini, saya percaya Pak Gub tidak bisa sendiri. Makanya sinergi, kolaborasi, kebijakan, terintegrasi akan menjadi penting bagi bupati walikota di Provinsi Banten ini.”
Menteri PPPA RI Bintang Puspayoga berharap agar peringatan Hari Anak tersebut tidak hanya dijadikan acara seremonial saja. “Dalam rangka Hari Anak ini, kami ingin menyampaikan, peringatan hari anak tidak hanya menjadi selebrasi semata tapi ini momentum bagi kita semuanya bahwa pemenuhan hak anak adalah menjadi kewajiban dan menjadi tanggung jawab kita bersama.”
Bintang juga mengungkapkan harapannya kepada Pemerintah Provinsi Banten yang telah 3 kali menerima penghargaan Provila. “Kita juga menyerahkan provila kepada Provinsi Banten, mudah-mudahan ini akan menjadi pemicu ke depan untuk lebih memperhatikan berkaitan dengan pemenuhan dan perlindungan hak anak di Provinsi Banten,” katanya.
Sementara Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar mengaku 15 poin aspirasi yang telah disampaikan anak-anak dalam peringatan Hari Anak akan menjaid basis dalam perencanaan pembangunan Provinsi Banten.
“Terkait dengan 15 poin aspirasi atau apa yang disampaikan oleh anak-anak tadi itu tentu akan menjadi basis dalam kita merencanakan pembangunan daerah di provinsi Banten. Dan kemudian Provinsi Banten juga bersama kabupaten kota bahwa kearusutamaan gender itu tentu menjadi basis kita dan di dalam itu juga ada keberpihakan kepada anak,” kata Al Muktabar.
Al Muktabar mengaku pihaknya akan melaksanakan harapan Menteri PPPA. “Oleh karenanya kita akan patuh apa yang menjadi arahan ibu menteri, karena sesungguhnya norma standar, prosedur dan kreteria dipandu oleh ibu menteri dan kita akan laksanakan itu sesuai dengan kewenangan masing-masing provinsi dan kabupaten kota, itu bagian dari komitmen yang saya sampaikan tadi ke ibu bapak bupati walikota.”
Sementara saat disinggung tentang kedatangan Menteri PPPA RI karena Provinsi Banten yang mendapatkan provila, Penjabat Gubernur Banten mengaku akan bergerak bersama untuk mempertahankannya. “Tentu, Menjaga lebih sulit daripada mendapatkan awal. Perlu kita bersama dan juga kita berharap, Media juga menginformasikan hal-hal yang telah kita lakukan itu dan apa yang kita dapat pada kesempatan ini adalah hasil kolaborasi bersama , media semua stake holder kita bergerak bersama untuk kita bisa mempertahankannya. Dan memungkinkan ke depan masih ada satu level lagi yang kita belum mendapatkannya. Dan kita berusaha ke arah sana, dan mudah-mudahan, mohon doa, kita mendapatkannya.”