BAMUS: Pj Gubernur Jakarta harus Orang yang Tepat

JAKARTA, beritaindonesianet – Wacana kandidat pengganti Gubernur DKI terus bergulir, seiring akan berakhirnya waktu Anis Baswedan memimpin Jakarta hingga 16 Oktober tahun 2022 nanti. Ada tiga nama yang santer digadang gadang menjadi Penjabat Gubernur, yakni Heru Budi Hartono (Kasetpres), Marullah Matali (Sekda DKI Jakarta), dan Juri Ardiantoro (Deputi 4 KSP).

Ketiga nama ini dipandang Badan Musyawarah Suku Betawi (Bamus) 1982 sebagai orang2 mumpuni memimpin Jakarta. Menurut Wakil Sekjen Bamus, Junaidi, SP.d, MS,i, ketiganya mempunyai kelebihan yang diyakini akan membawa warga Jakarta ke arah lebih baik.

Namun demikian, situasi Jakarta yang akan menghadapi perhelatan politik karena ada pilkada serentak harus menjadi perhatian khusus, dalam menentukan seorang Pj di Jakarta.

” Ketiga tiganya bagus, tapi poin pentingnya harus dilihat juga nanti ada perhelatan pilkada serentak, jadi harusnya Pj itu yg mempunyai kelebihan disitu,” ucap Junaidi, Jumat (3/06) di Jakarta.

Badan Musyawarah Suku Betawi (Bamus) 1982 yang diketuai Majlis Adat H Eddy M Nalpraya, dan Ketua Umumnya H Zainuddin SE ini menilai, salah satu tugas yang sangat penting sebagai Penjabat Gubernur Jakartta yakni menjalankan kegiatan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di tahun 2024.

“Khususnya di provinsi Jakarta di tahun politik. Kudu orang yang tepat, sebab DKI itu barometer politik nasiional,” tambahnya.

Ketiga nama calon tersebut semuanya memiliki kemampuan manajerial, dan Presiden Jokowi mengenal sosok mereka. Dari ketiga kandidat yang berasal dari Betawi itu Marullah Matali yang sekarang ini sedang menjabat Sekretaris Daerah Provinsi Jakarta, biasa disebut Bang Haji Marullah yang baru dilantik sebagai Sekda pada tanggal 18 Februari tahun 2021.

“Bang Haji Marullah bagus manajerialnya,” kata Juanidi singkatnya seraya menambahkan, beliau pernah menjadi Walikota Jakarta Selatan.

Demikian juga dengan Heru Budi Hartono (Kasetpres), saat Pak Jokowi menjabat Gubernur Jakarta, Heru Budi Hartono diangkat menjadi Walikota Jakarta Utara, jadi kedua orang tersebut pernah memimpin wilayah di DKI.

Sementara sosok Juri Ardiantoro sangat teruji dalam persoalan kepemiluan. Beliau pernah menjadi Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta, yang saat itu mengantarkan Pak Jokowi menjadi Gubernur DKI Jakarta, yang sebelumnya Walikota Solo.

Kemudian saat Juri Ardiantoro menjabat Komisioner KPU RI tahun 2014, sosok ini juga mengantarkan pak Jokowi menjadi Presiden Republik Indonesia untuk periode pertamanya.

” Pak Juri sangat mumpuni untuk menghadapi pilkada serentak nanti di DKI,” tegas Junaidi sambil menambahkan, Juri juga menjadi salah satu wakil direktur Tim Pemenangan Nasional (TKN) Jokowi Ma’ruf pada 2019 lalu.

“Ketiganya bagus, tinggal kita tunggu keputusan dari Pak Jokowi. Hak Preogatif Presiden. Masyarakat Betawi yang umumnya kaum Nahdiyin wajib mendukung siapapun yang akan terpilih. Kita Sami’na Wa Atho’na,” ucap Junaidi mengakhiri.(azis)

beritain

Berita Indonesia Net adalah media online yang menyajikan berbagai informasi umum di seluruh dunia. Media ini diharapkan bisa menjadi jembatan informasi yang bermanfaat bagi seluruh pembaca, sesuai dengan mottonya "Bersama Anda, berbagi Informasi"