Pencegahan-Penanganan Kekerasan Perempuan-Anak Perlu Partisipasi dan Sinergisitas Semua Pihak

SERANG, beritaindonesianet – Tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Provinsi Banten membuat semua pihak semakin siaga. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten mengajak semua pihak bisa ikut berpartisipasi dan bersinergi untuk menangani, bakan mencegah kasus ini terjadi kembali.

Menurut Kepala DP3AKKB Provinsi Banten Siti Ma’ani Nina, persoalan yang dihadapi perempuan dan anak ini cukup berat dan komplek. Karena itu, agar program dapat berjalan dengan baik, cepat, efektif, dan efisien, maka DP3AKKB Provinsi Banten perlu menggalang partisipasi semua pihak. “Partisipasi ini tidak hanya dilakukan sesama lembaga pemerintah saja, baik pusat maupun daerah, tetapi juga lembaga masyarakat, organisasi keagamaan, akademisi, lembaga riset, dunia usaha, serta media. Semua unsur ini agar bisa ikut terlibat dalam pembangunan PPA sesuai dengan bidang dan kewenangan tugas masing-masing,” ujarnya dalam sambutan acara Pembentukan dan Penguatan PUSPA (Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak) Daerah, Kamis (16/11) lalu.

Menurut Nina, meskipun pemerintah mempunyai tugas menyelesaikan berbagai kasus yang terjadi terhadap perempuan dan anak, tetapi dengan beragam dan luasnya permasalahan perempuan dan anak, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. “Karena itulah, partisipasi masyarakat sangat dibutukan sehingga pencegahan dan penanganan masalah dapat dilakukan dengan cepat, efektif, dan efisiens.”

Selain partisipasi, Nina mengungkapkan jika sinergisitas antar semua lini juga dibutuhkan. Apalagi, dengan adanya sinergisitas kerjasama antara kelompok-kelompok yang berkomitmen untuk bersatu bisa menciptakan efek yang lebih baik dibandingkan bekerja sendiri-sendiri. “Pemerintah sangat membutuhkan partisipasi dari berbagai lembaga dan organisasi masyarakat untuk melakukan sinergi. Karena dengan sinergi, permasalahan perempuan dan anak akan bisa dicegah dan ditangani secara lebih efektif dengan bersatunya institusi yang saling mengisi.”

Saat ini, salah satu komunitas yang diandalkan oleh pemerintah untuk mengatasi berbagai permasalahan terhadap perempuan dan anak adakah PUSPA. PUSPA merupakan pertemuan koordinasi fundamental yang dilakukan Kementrian PPA bekerjasama dengan DP3AKKB Provinsi Banten untuk menyatukan visi misi lembaga-lembaga terkait demi kesejahteraan perempuan dan anak di Provinsi Banten. Tujuannya untuk menyebarluaskan dan menyuksesan program Three End yang di dalamnya berisi pesan untuk mengakhiri kekerasan pada perempuan dan anak, menghentian perdagangan manusia serta mengakhiri kesenjangan ekonomi.

Kadis DP3AKKB Provinsi Banten Siti Ma’ani Nina juga mengungkapkan jika PUSPA mempunyai tujuan untuk memperkenalkan program unggulan three End, menggalang dukungan lembaga masyarakat, membangun sinergi antara keme

Nina mengaku di Provinsi Banten, kepengurusan PUSPA tingkat provinsi sudah terbentuk. Karena itu, ia berharap agar kegiatan tersebut bisa menguatkan forum PUSPA daerah untuk membahas dukungan, sinergi, dan kerjasama, antara pemerintah dengan lembaga masyarakat, dunia usaha, dan media. “Sehingga nantinya kita berharap akan ada rumusan yang berisi komitmen, sinergi program, dan kegiatan three End di Provinsi Banten.”

Nina juga berharap agar seluruh elemen masyarakat, terutama lembaga masyarakat dapat bekerja dalam jangkauan yang lebih luas, memiliki jaringan bermitra yang lebih banyak untuk saling bertukar ide dalam konteks perempuan dan anak. “Sehingga nantinya, semua pihak yang terlibat ini bisa membangun fokus isu yang mereka bidangi berdasarkan strategi prioritas Three Ends, dan membangun sinergi nyata dengan sesama lembaga masyarakat terkait inovasi bagi perempuan dan anak.” (advetorial)

 

 

beritain

Berita Indonesia Net adalah media online yang menyajikan berbagai informasi umum di seluruh dunia. Media ini diharapkan bisa menjadi jembatan informasi yang bermanfaat bagi seluruh pembaca, sesuai dengan mottonya "Bersama Anda, berbagi Informasi"