- Rangkaian HPN 2026, 200 Wartawan Siap Berangkat 'Retret' Orientasi Kebangsaan dan Bela Negara
- Ombudsman Banten Serahkan Hasil Kajian Pelayanan Samsat dan Pengawasan Program Sekolah Gratis kepada Gubernur Banten
- Mostbet Canlı Kazino'da Dream Catcher Oyununda Qazanmaq Üçün Strategiyalar
- Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Tangerang Dorong Ekonomi Berkelanjutan Menuju 2026
- Kasrem 064/MY Hadiri HUT ke-69 LVRI, Tegaskan Pentingnya Pewarisan Nilai Kejuangan
Waspada, DBD Mewabah di Kota Serang
Serang- Sejak musim penghujan dua bulan terakhir, wabah nyamuk Aides Aigepty penyebab penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) kian meresahkan masyarakat. Sebanyak 57 warga Kota Serang bahkan terdata sudah terjangkit penyakit ini. Satu di antaranya bahkan meninggal dunia pada akhir Desember 2015 lalu.
Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, Toyalis, mengaku pihaknya sudah memaksimalkan berbagai upaya untuk meminimalisir perkembangan nyamuk Aides Aigepty itu.
“Kami sudah memaksimalkan berbagai upaya untuk meminimalisir perkembangan nyamuk ini (Aides Aigepty-red). Salah satunya dengan pengawasan yang dilakukan petugas survey land yang memantau perkembangan nyamuk dan melakukan tindakan Fogging jika sudah berkembang,” ujarnya, Rabu (13/1/2016).
Namun, sambungnya, cara ini ternyata masih kurang efektif karena pokja yang ditugaskan tidak bekerja maksimal.
Desember 2015 lalu, Dinkes Kota Serang sempat memberlakukan status Kejadian Luar Biasa karena adanya pasien DBD yang meninggal dunia. Untuk Januari 2016 ini status diturunkan menjadi Endemis karena meskipun ada puluhan penderita DBD tetapi kondisinya masih tertangani. (Henny)
