Harga Emas Turun, Pembeli malah Sepi

Cilegon, liputanbanten.com – Harga emas dua puluh empat karat di sejumlah toko di Kota Cilegon, Banten, turun sejak sebulan terakhir. Tragisnya, penurunan harga ini ternyata belum memancing niat dan daya beli masyarakat, sehinga tidak heran meskipun harga emas relatif murah tetapi toko-toko emas malah sepi, dan penjualan malah didominasi transaksi emas muda atau emas campuran.

Cik Aloy, salah seorang pemilik toko emas, mengatakan sejak tidak stabilnya harga BBM dan naiknya harga sembako di pasaran, niat dan daya beli masyarakat berkurang. Tren masyarakat dalam menjual dan membeli emas pun tidak menentu.

“Penurunan ini tidak terjadi secara drastis tetapi bertahap. Harga emas tadinya berkisar 490 ribuan, terus turun 480 per gram-nya, sekarang sudah turun menjadi 470 ribuan. Meskipun demikian, niat dan daya beli masyarakat ternyata masih rendah. Hal ini terlihat dari sepinya pengunjung toko emas. Jika pun ada sejumlah pembeli rata-rata mereka menjual dan membeli emas muda atau emas campuran 40 hingga 70 persen,” jelanya, Rabu (18/3).

Ia berharap, pemerintah bisa menstabilkan harga berbagai bahan pokok. “Harapannya, pemerintah menstabilkan harga bahan pokok, sehingga bisnis emas bisa stabil dan menjanjian kembali,” pungkasnya.

(Henny)