- Retret PWI Masuki Hari Kedua, Disiplin dan Integritas Jadi Penekanan
- Rangkaian HPN 2026, PWI dan Kemenhan Gelar Retret Perkuat Pers Profesional dan Berwawasan Kebangsaan
- Danrem 064/MY Tekankan Disiplin dan Etika Prajurit Saat Kunker ke Kodim 0602/Serang.
- Rangkaian HPN 2026, 200 Wartawan Siap Berangkat 'Retret' Orientasi Kebangsaan dan Bela Negara
- Ombudsman Banten Serahkan Hasil Kajian Pelayanan Samsat dan Pengawasan Program Sekolah Gratis kepada Gubernur Banten
Warga Solear Keluhkan Truk dan Galian Tanah
Tangerang – Aktivitas galian tanah di Desa Cikuya dan Cikareo, Kecamatan Solear, Kabupaten Tagerang, dikeluhkan warga. Sejak beroperasinya galian tanah tersebut, akses jalan raya Cisoka – Adiyasa kotor akibat tanah merah yang tercecer.
Warga Solear Tisna (25), berharap agar di wilayah Solear galian tanah ditertibkan karena manfaatnya tidak dirasakan warga. Selain menimbulkan dampak penyakit pernafasan di musim kemarau seperti sekarang ini, saat musim hujan tiba ceceran tanah akan menyebakan jalan licin dan akan menyebabkan kecelakaan lalulintas.
“Kami minta agar pihak aparatur Kecamatan Solear dan Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk segera menertibkan galian tanah karena akan menimbulkan penyakit pernafasan, dan membuat jalan menjadi kotor,” ucapnya, Kamis, (4/10/2018).
Selain menimbulkan sakit pernafasan, kata Tisna, akses jalan beton Adiyasa – Cisoka saat ini kondisinya sudah bagus. Jika dilintasi truk-truk galian tanah seperti ini, dikhawatirkan akan kembali rusak, apalagi Jalan Desa.
“Jalan baru selesai dibangun malah dilintasi truk-truk bertonase tinggi. Saya khawatir akan kembali rusak. Kan anggaran APBD yang digunakan untuk pembangunan jalan akan terbuang begitu saja,” tegasnya.
Hingga berita ini ditayangkan, Camat Solera Samsu belum bisa dimintai komentarnya. Saat dikomfirmasi tidak memberikan jawaban. (uci)
