- Retret PWI Masuki Hari Kedua, Disiplin dan Integritas Jadi Penekanan
- Rangkaian HPN 2026, PWI dan Kemenhan Gelar Retret Perkuat Pers Profesional dan Berwawasan Kebangsaan
- Danrem 064/MY Tekankan Disiplin dan Etika Prajurit Saat Kunker ke Kodim 0602/Serang.
- Rangkaian HPN 2026, 200 Wartawan Siap Berangkat 'Retret' Orientasi Kebangsaan dan Bela Negara
- Ombudsman Banten Serahkan Hasil Kajian Pelayanan Samsat dan Pengawasan Program Sekolah Gratis kepada Gubernur Banten
Suplemen Vitamin D Tidak Bermanfaat untuk Kesehatan Tulang?
Kesehatan – Vitamin D merupakan salah satu zat gizi terpenting bagi tubuh manusia. Salah satu fungsi vitamin D yang paling menonjol adalah membantu proses penyerapan kalsium ke dalam tubuh, yang nantinya turut membantu menjaga kesehatan tulang dan gigi.
Sebagian besar vitamin D diproduksi di dalam tubuh sebagai respons terhadap paparan sinar matahari, juga bisa diperoleh dari sumber makanan seperti ikan, susu, serealia dan jus jeruk. Di luar itu, vitamin D juga bisa didapatkan dari suplemen yang dijual bebas di pasaran. Namun, vitamin D yang berasal dari suplemen disebut-sebut tidak seefektif yang didapatkan dari makanan dalam menjaga kesehatan tulang. Benarkah rumor tersebut?
Pro dan kontra asupan vitamin D untuk tubuh
Dilansir dari CNN, suplemen vitamin D dikatakan tidak seefektif yang berasal dari makanan dalam hal meningkatkan kepadatan mineral dan mencegah patah tulang pada orang dewasa. Terkait hal ini, sebuah studi menyarankan para ahli medis untuk berhenti merekomendasikan suplemen vitamin D.
Untuk Anda ketahui, suplemen vitamin D itu sendiri telah lama dikaitkan dengan penurunan risiko sejumlah kondisi seperti osteoporosis dan hipertensi, di samping menjaga tulang tetap kuat dengan membantu tubuh menyerap kalsium.
Akan tetapi, lewat studi tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa vitamin D tidak mencegah patah tulang atau efek yang berarti pada kepadatan mineral tulang. Sehingga, seseorang tidak disarankan untuk mengonsumsi suplemen vitamin D sekalipun dalam jangka waktu yang pendek.
Penelitian yang dipublikasikan di Lancet Diabetes & Endocrinology tersebut menganalisis data dari 81 percobaan acak yang melibatkan lebih dari 53.000 orang. Sebagian besar partisipan berasal dari kalangan wanita di atas usia 65 tahun.
“Analisis kami menemukan bahwa suplemen vitamin D tidak mencegah patah tulang, risiko terjatuh akibat gangguan tulang, atau meningkatkan kepadatan mineral tulang, baik pada dosis tinggi atau rendah,” kata peneliti dari University of Auckland di Selandia Baru, Mark J. Bolland.
Meski hasilnya berkata demikian, penelitian tersebut juga menemukan bahwa suplemen vitamin D dapat sedikit membantu seseorang dalam mencegah kondisi langka seperti rakhitis dan osteomalasia. Hal ini terutama dirasakan oleh kelompok yang kekurangan paparan sinar matahari.
Mencukupi kebutuhan vitamin D setiap hari
Terlepas dari hasil penelitian tersebut, sudahkah Anda memenuhi kebutuhan asupan vitamin D setiap hari? Jika belum, segera cukupi kebutuhan tersebut. Hal ini karena kekurangan vitamin D dapat menimbulkan kondisi, seperti keringat berlebih, selalu merasa lelah, rentan patah tulang, hingga suasana hati yang selalu buruk.
“Sebagian besar vitamin D dihasilkan saat tubuh terpapar sinar matahari. Sumber utama vitamin D dalam makanan tersedia pada ikan seperti salmon, makarel, dan sarden. Daging merah, susu, dan kuning telur juga mengandung vitamin D tapi jumlahnya lebih sedikit,” tutur dr. Caessar Pronocitro.
Jadi, ketimbang mengandalkan suplemen untuk kesehatan tulang, lebih baik Anda mengonsumsi asupan yang disebutkan di atas. Konsumsilah dalam jumlah cukup setiap hari agar kebutuhan vitamin D selalu terpenuhi. Supaya manfaat sehatnya benar-benar maksimal, jangan lupa untuk menerapkan gaya hidup sehat serta berolahraga secara rutin dan teratur. (nb/rvs)
Sumber: Klik Dokter
