- Retret PWI Masuki Hari Kedua, Disiplin dan Integritas Jadi Penekanan
- Rangkaian HPN 2026, PWI dan Kemenhan Gelar Retret Perkuat Pers Profesional dan Berwawasan Kebangsaan
- Danrem 064/MY Tekankan Disiplin dan Etika Prajurit Saat Kunker ke Kodim 0602/Serang.
- Rangkaian HPN 2026, 200 Wartawan Siap Berangkat 'Retret' Orientasi Kebangsaan dan Bela Negara
- Ombudsman Banten Serahkan Hasil Kajian Pelayanan Samsat dan Pengawasan Program Sekolah Gratis kepada Gubernur Banten
Ledakan di Masjid Syiah Kabul, 30 Orang Tewas
Internasional – Sebuah ledakan bunuh diri terjadi di dalam Masjid Syiah di Kabul, Afghanistan, Jumat (20/10/2017) malam. Seorang pejabat keamanan setempat menyebut setidaknya 30 orang tewas dalam serangan tersebut.
Ledakan bom di Kabul tersebut adalah yang terbaru dari serangkaian serangan kekerasan terhadap kelompok minoritas Syiah.
Serangan tersebut terjadi di Masjid Imam Zaman di bagian barat Dasht-e-Barchi di kota Kabul. Ledakan itu terjadi ketika kaum Syiah berkumpul untuk salat.
Seorang pejabat keamanan senior mengatakan jumlah pasti dari korban serangan tersebut belum dapat diketahui. Namun, pasukan keamanan di lokasi sudah memindahkan setidaknya 30 jenazah.
Menurut laporan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), masyarakat Syiah di Afghanistan kerap menjadi sasaran serangan pada tahun ini.
Setidaknya sudah 84 orang tewas dan 194 lainnya terluka dalam berbagai serangan di masjid juga pada kegiatan keagamaan mereka.
Di antara serangan tersebut, setidaknya dua serangan menargetkan masjid di Kabul pada Agustus dan September lalu.
Di sisi lain, ledakan serupa terjadi di sebuah masjid di Provinsi Ghor, pedalaman Afghanistan, Jumat (20/10) malam.
Iqbal Nezami, juru bicara Kepolisian Provinsi Ghor mengatakan setidaknya 20 orang meninggal dalam serangan bom yang diduga menargetkan seorang pemimpin daerah setempat.
Pejabat yang ditargetkan merupakan seorang pemimpin politik dan militer dari partai Jamiat di Ghor.
Menurut Gubernur Provinsi Balkh, Atta Mohammad Noor yang juga sosok terkemuka di Jamiat, pejabat yang menjadi target tersebut ikut tewas bersama korban lainnya pada serangan tersebut.
Namun hingga saat ini belum ada klaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. (end/cnn)
