- Retret PWI Masuki Hari Kedua, Disiplin dan Integritas Jadi Penekanan
- Rangkaian HPN 2026, PWI dan Kemenhan Gelar Retret Perkuat Pers Profesional dan Berwawasan Kebangsaan
- Danrem 064/MY Tekankan Disiplin dan Etika Prajurit Saat Kunker ke Kodim 0602/Serang.
- Rangkaian HPN 2026, 200 Wartawan Siap Berangkat 'Retret' Orientasi Kebangsaan dan Bela Negara
- Ombudsman Banten Serahkan Hasil Kajian Pelayanan Samsat dan Pengawasan Program Sekolah Gratis kepada Gubernur Banten
Melawan saat Disergap, 2 Pelaku Curanmor Ditembak Mati Polisi Tangerang
Tangerang – FS (22) dan FJ (22), terpaksa ditembak mati oleh polisi lantaran melawan ketika disergap. Diketahui, kedua pelaku curanmor ini menembak Alif Rizky di Neglasari Kota Tangerang, Banten.
“Tersangka sudah kami tangkap, namun karena yang bersangkutan melakukan perlawanan, sehingga anggota melakukan tindakan tegas dan terukur dengan menembaknya,” kata Kasat Reskrim Polrestro Tangerang, AKBP Deddy Supriyadi di Mapolrestro Tangerang, Senin (16/10/2017).
Deddy menuturkan, sebelumnya polisi terlebih dulu meringkus FS di Binong, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Sementara tersangka FJ disergap di Duri Selatan, Tambora, Jakarta Barat.
Mereka berhasil diringkus setelah tim Resmob Polrestro Tangerang mendapat petunjuk yang mengarah kepada keduanya. Kedua tersangka dicokok pada Minggu 15 Oktober 2017 malam.
“Berdasarkan keterangan saksi-saksi, rekaman CCTV di sekitar TKP, dan juga dikuatkan dengan sketsa wajah yang dibuat Inafis Mabes Polri, maka kami mendapatkan identitas tersangka,” ujar Deddy.
Dua bandit asal Lampung Timur ini malah nekat menyerang petugas dengan cara merebut pistol tim buser. Perlawanan inilah yang dianggap membahayakan keselamatan petugas. Polisi pun melakukan langkah dengan menembak mati pelaku.
“Saat ini jenazah keduanya sudah berada di kamar mayat RSUD Tangerang untuk diautopsi,” kata dia.
Sebelumnya, kedua pelaku menembak Alif Rizky saat korban ingin mengambil kembali motor yang dicuri pelaku. Pelaku menembak Alif di Jalan Marsekal Suryadharma setelah sebelumnya berdebat dengan korban. (red/man)
