- Kadiv Humas Polri: Wartawan Berperan Strategis Menjaga Nilai Kebangsaan, Demokrasi, dan NKRI
- Retret PWI Masuki Hari Kedua, Disiplin dan Integritas Jadi Penekanan
- Rangkaian HPN 2026, PWI dan Kemenhan Gelar Retret Perkuat Pers Profesional dan Berwawasan Kebangsaan
- Danrem 064/MY Tekankan Disiplin dan Etika Prajurit Saat Kunker ke Kodim 0602/Serang.
- Индикаторы для MetaTrader 4 MT4 Финансовый журнал ForTrader org
Wabup Serang Harap Ulama Beri Kesejukan di Masyarakat
Serang – Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa berharap para alim ulama turun tangan untuk menyejukan dan menentramkan suasana yang saat ini mulai memanas, apalagi menjelang Pilgub Banten.
“Di kondisi seperti ini perlu tangan ulama untuk menyejukan suasana. Di tengah tensi politik tinggi, ulama harus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan kesejukan. Pilkada Banten jangan jadi ajang perpecahan. Dua pasangan calon jangan dijadikan musuh masyarakat. Mereka adalah putera terbaik Banten yang akan menjadi pemimpin,” ujarnya saat memberi sambutan Pengukuhan dan Rakerda pengurus MUI Kabupaten Serang, FSPP Kabupaten Serang, dan IPHI Kabupaten Serang, di Lapangan Tennis Indoor Setda Kabupaten Serang; Kamis (9/2/2017).
Dikatakan, pada saat ini sangat banyak bertebaran berita bohong (hoax) yang dapat memecah belah persatuan.
“Saya ga habis pikir, atas nama demokrasi kok saling fitnah, hujat, dan hoax. Dan celakanya kita gampang percaya terhadap informasi yang sebetulnya tidak benar. Ini perlu diwaspadai,” ungkapnya.
Dikatakan, di Banten toleransi sudah ada sejak dulu. Warga Banten tidak mengenal pertentangan. “Di dekat Masjid Agung Banten ada kelenteng. Alun-alun daerah manapun biasanya pendopo, kantor pos, rumah sakit, kantor polisi/penjara, dan masjid. Namun bedanya di sini bukan masjid tapi tempat ibadah agama lain. Kondisi ini tidak dipertentangkan karena Banten sejak dahulu sangat toleran.
KH Rahmat Fathoni, Ketua MUI Kabupaten Serang menyatakan bahwa ulama harus memberikan kesejukan. “Ulama tentu jangan jadi provokasi,” tegasnya. (Ink/Red/bn)
