- Ombudsman Banten Serahkan Hasil Kajian Pelayanan Samsat dan Pengawasan Program Sekolah Gratis kepada Gubernur Banten
- Mostbet Canlı Kazino'da Dream Catcher Oyununda Qazanmaq Üçün Strategiyalar
- Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Tangerang Dorong Ekonomi Berkelanjutan Menuju 2026
- Kasrem 064/MY Hadiri HUT ke-69 LVRI, Tegaskan Pentingnya Pewarisan Nilai Kejuangan
- Gubernur Andra Soni dan Wagub Dimyati Terima Anugerah Tokoh Peduli Penyiaran
Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Tangerang Dorong Ekonomi Berkelanjutan Menuju 2026

TANGERANG, beritaindonesianet– Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang mencatat kemajuan signifikan dalam pengembangan UMKM hingga awal 2026. Penguatan legalitas, digitalisasi, serta program UMKM naik kelas terus didorong sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi berkelanjutan dan penurunan angka kemiskinan.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Tangerang, Dra. RD. Anna Ratna Maemunah, M.Si, menegaskan bahwa UMKM menjadi tulang punggung ekonomi daerah yang harus diperkuat secara menyeluruh. “UMKM bukan hanya penopang ekonomi masyarakat, tetapi juga instrumen strategis dalam menekan angka kemiskinan. Karena itu, pembinaan kami arahkan agar pelaku usaha semakin mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan,” ujar Anna Ratna Maemunah, Rabu (15/1/2026).
Legalitas dan Digitalisasi Jadi Prioritas
Dinas Koperasi dan UMKM memfasilitasi penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal dari Kementerian Halal Indonesia (KHI), serta pendampingan digital bagi pelaku usaha mikro. Langkah ini membuka akses UMKM ke pasar digital dan memperluas jangkauan pemasaran. “Legalitas adalah pintu awal bagi pelaku UMKM. Setelah itu, kami dorong mereka masuk ke ekosistem digital agar mampu bersaing di tengah perubahan pasar,” kata Anna.
Hingga akhir 2025, sekitar 40 persen UMKM binaan melaporkan peningkatan penjualan setelah memanfaatkan platform e-commerce.
Dorong UMKM Naik Kelas
Melalui Program Kurasi Usaha Mikro 2026 dan Inkubator Bisnis, Dinas menyeleksi usaha mikro potensial untuk dibina menjadi UMKM unggulan. Sebanyak 500 usaha mikro tercatat berhasil naik kelas dengan peningkatan produktivitas rata-rata mencapai 25 persen.
Selain itu, Wisuda Inkubasi Usaha Mikro dan Entrepreneur Hub 2025 berhasil melahirkan 300 wirausaha baru yang siap masuk ke rantai pasar yang lebih luas. “Kami tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga pendampingan berkelanjutan agar UMKM benar-benar siap berkembang,” jelasnya.
Jumlah UMKM Terus Bertambah
Jumlah pelaku UMKM di Kabupaten Tangerang tercatat mencapai 78.584 unit per Desember 2025. Peningkatan ini didorong oleh kemudahan perizinan serta meningkatnya minat masyarakat untuk berwirausaha.
Menurut Anna, tren ini menunjukkan tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap program pembinaan UMKM yang dijalankan pemerintah daerah.
Promosi Produk dan Penguatan Manajemen
Produk unggulan UMKM dipromosikan melalui berbagai pameran lokal dan regional. Sedikitnya 35 jenis produk usaha mikro ditampilkan dengan nilai transaksi mencapai Rp25 miliar, sekaligus membuka peluang kemitraan dengan pelaku usaha berskala besar.
Sementara itu, pelatihan pembukuan dan manajemen keuangan diikuti sekitar 2.000 pelaku UMKM. “Pengelolaan keuangan yang baik menjadi kunci agar UMKM dapat berkembang dan lebih mudah mengakses pembiayaan,” ungkapnya.
Program Pengentasan Kemiskinan dan Koperasi
Melalui Program Sosial Peningkatan Ekonomi Kerakyatan dan Daerah (Prospek) 2025, Dinas memberikan bantuan modal dan pelatihan kepada 1.500 keluarga kurang mampu. Program ini berhasil mengangkat sekitar 300 keluarga keluar dari garis kemiskinan.
Penguatan koperasi juga dilakukan melalui imbauan pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) 2025 paling lambat Juni 2026. Sebanyak 50 koperasi tercatat mengalami peningkatan aset kolektif hingga 15 persen.
Target UMKM 2026
Memasuki 2026, Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Tangerang menargetkan 10.000 UMKM unggulan. Selain pembenahan internal, promosi produk lokal ke tingkat nasional dan global akan terus diperkuat. “Target kami jelas, UMKM Kabupaten Tangerang harus mampu bersaing tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional hingga global,” pungkas Anna. (Advetorial Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang)
