- Kadiv Humas Polri: Wartawan Berperan Strategis Menjaga Nilai Kebangsaan, Demokrasi, dan NKRI
- Retret PWI Masuki Hari Kedua, Disiplin dan Integritas Jadi Penekanan
- Rangkaian HPN 2026, PWI dan Kemenhan Gelar Retret Perkuat Pers Profesional dan Berwawasan Kebangsaan
- Danrem 064/MY Tekankan Disiplin dan Etika Prajurit Saat Kunker ke Kodim 0602/Serang.
- Rangkaian HPN 2026, 200 Wartawan Siap Berangkat 'Retret' Orientasi Kebangsaan dan Bela Negara
Akademisi Nilai Langkah Poltitik Rano Karno Lamban
Serang – Situasi politik di Provinsi Banten menjelang pemilihan gubernur awal tahun 2017 mendatang masih landai menyusul baru munculnya satu pasang calon gubernur dan wakil gubernur yang berani mendeklarasikan diri, yaitu pasangan Wahidin Halim dan Andika Hazrumi. Mereka diusung partai Demokrat, Golkar, Hanura, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Sejumlah akademisi menilai langkah politik petahana ini masih lamban, sehingga seharusnya lebih dipercepat. Meskipun demikian, mereka memaklumi jika rano yang didukung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini banyak pertimbangan karena masih mencari pendamping yang pas.
“Langkah petahana ini memang masih lamban, harusnya lebih dipercepat,” ujar akademisi Untirta, Soleh Hidayat, kemarin.
Sementara petahana Rano Karno hingga saat ini belum menentukan sikap dalam memutuskan siapa calon pendampingnya sebagai Wakil Gubernur Banten pada pilgub nanti.
“Mungkin petahana ini masih mencari pendamping yang pas buatnya, masih banyak pertimbangan-pertimbangan, tapi diharapkan untuk segera mengambil sikap,” kata akademisi dari IAIN SMH Banten, Fauzul Iman.
Sementara itu, Rano sendiri masih enggan mengomentasi pertanyaan seputar lambannya pendamping yang didapat. Meskipun demikian, sejumlah kelompok tertentu sudah membuat berbagai spanduk dan foto pasangan dukungan di media sosial, di antaranya RAJA (Rano Karno-Haerul Jaman), RADIM (Rano-Ahmad Dimiyati Natakusuma), dan RAKA’AT, (Rano Karno-Ahmad Taufik Nuriman). (Henny)
