- Kadiv Humas Polri: Wartawan Berperan Strategis Menjaga Nilai Kebangsaan, Demokrasi, dan NKRI
- Retret PWI Masuki Hari Kedua, Disiplin dan Integritas Jadi Penekanan
- Rangkaian HPN 2026, PWI dan Kemenhan Gelar Retret Perkuat Pers Profesional dan Berwawasan Kebangsaan
- Danrem 064/MY Tekankan Disiplin dan Etika Prajurit Saat Kunker ke Kodim 0602/Serang.
- Rangkaian HPN 2026, 200 Wartawan Siap Berangkat 'Retret' Orientasi Kebangsaan dan Bela Negara
Penurunan Bendera Merah Putih di Banten Mencekam, Paskibraka Menangis
Serang – Penurunan Bendera Merah Putih di Depan Masjid Albantani, di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Rabu pagi kemarin, yang tadinya berlangsung lancar, tiba-tiba menjadi mencekam, begitu bendera yang baru turun setengah tiang tidak mau turun lagi karena tersangkut tali. Kejadian ini sempat terjadi hampir satu menit, dan bendera akhirnya bisa turun setelah anggota paskibraka mencoba memperbaiki tali. Pada saat bersamaan lagu Indonesia Raya juga berakhir.
Kejadian ini ternyata mendapat perhatian serius Kapolda Banten Brigadir Jenderal Polisi Ahmad Dofiri yang menjadi instruktur upacara. “Saya sangat apresias kepada semua peserta upacara dan khususnya para anggota paskibraka yang bertugas. Meskipun terkendala, tapi dapat diselesaikan,” kata Dofiri.
Tragedi bendera yang tersangkut tali ini ternyata sempat membuat para anggota Paskibraka Provinsi Banten sport jantung. Tak heran begitu upacara selesai, puluhan pemuda terpilih ini langsung menangis sambil berpelukan satu sama lainnya.
“Iyah syukur, akhirnya bisa ditarik lagi talinya,” kata Farel, anggota Paskibraka yang mendapat tugas menarik tali.
Upacara penurunan Bendera Merah Putih dalam rangka peringatan hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang berlangsung di Depan Masjid Al Bantani, Rabu sore kemarin, berlangsung di bawah guyuran derasnya hujan. Meskipun demikian, fenomena alam ini tak membuat ratusan peserta upacara surut dan mereka tetap melaksanakan upacara hingga selesai. (Henny)
