- Sambut HPN 2026, PWI dan Polri Kolaborasi Gelar Anugerah Jurnalistik untuk Pewarta
- Panitia HPN SMSI 2026 Tinjau Lokasi Universitas Syech Nawawi Banten
- Disperindag Banten Gelar Apel Pagi, Pembina Apel Apresiasi Prestasi PPID Raih Peringkat 3 Keterbukaan Informasi Publik
- Grand Opening Press Club Indonesia SMSI, Ketua Dewas TVRI Soroti Monopoli Platform Teknologi Global
- Disperindag Banten Raih Predikat Informatif Peringkat ke-3 pada Penganugerahan KIP 2025
Restoran Kapau Bagindo dan Bandar Kuring “Manjakan Lidah” Penggemar Masakan Padang dan Nusantara
BANDARLAMPUNG, beritaindonesiane- Pasca PPKM, bisnis kuliner di Bandar Lampung mulai bermunculan dengan menu, rasa, dan ide-ide kreatif sendiri untuk memuaskan pelanggan.
Salah satu bisnis kuliner di Bandar Lampung yakni restoran Kapau Bagindo dan Bandar Kuring. Kedua restoran tersebut beralamat di satu lokasi yang sama yakni di Jalan Pagar Alam No.175 , Gunung Agung, Kecamatan Langkapura, Kota Bandar Lampung.
Owner restoran Kapau Bagindo dan Bandar Kuring, Wahyuni Bernadeta Mbindi mengatakan, restoran Kapau Bagindo khusus menyediakan makanan-makanan khas Padang, Sumatera Barat dengan konsep prasmanan.
Sedangkan, untuk restoran Bandar Kuring sendiri khusus menyediakan makanan-makanan seperti bakso, kwetiau, pempek, mie ayam hingga spageti.
“Kapau Bagindo khusus menyiapkan makanan khas Padang. Bandar Kuring kami menyiapkan makanan Nusantara, jadi ada bakso, kwetiau, sampai spageti, dan banyak lagi,” kata dia.
Sementara itu, Manajer Bandar Kuring dan Kapau Bagindo Ummi Safitri mengatakan, restoran Kapau Bagindo mengambil konsep ala Bukit Tinggi, Sumatera Barat ada satu desa yang bernama Kapau yang menyajikan berbagai macam masakan khas Padang.
“Masakan (Kapau Bagindo) lebih lengkap dari hidangan Kapau lainnya, kami juga pastian makanan di sini lebih lezat dengan slogan ‘Pedas Pas’. Jadi artinya, bisa diteriman dengan beragam lidah masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, semua hidangan disajikan restoran Kapau Bagindo maupun Bandar Kuring hampir dipastikan berbeda dengan restoran-restoran lain.
“Semua di sini menu andalan kami. Jadi tidak ada menu khusus, karena kami memang ingin menjaga kualitas tiap masakan,” ungkapnya.
Kedua restoran tersebut, lanjut Ummi, dibuka mulai pukul 10.00 hingga 21.00 WIB. Sementara untuk harga makanan dikedua restoran tersebut terbilang murah dan terjangkau.
“Tiap bulannya kami ingin terus mengadakan promo, buat rentan harga lauknya mulai dari 6 ribu sampai 25 ribu dari harga resto kami jelas lebih terjangkau. Sambal dan sayur free, yang dihitung hanya nasi dan lauk pauk saja,” imbuhnya.(kus)
