- Retret PWI Masuki Hari Kedua, Disiplin dan Integritas Jadi Penekanan
- Rangkaian HPN 2026, PWI dan Kemenhan Gelar Retret Perkuat Pers Profesional dan Berwawasan Kebangsaan
- Danrem 064/MY Tekankan Disiplin dan Etika Prajurit Saat Kunker ke Kodim 0602/Serang.
- Rangkaian HPN 2026, 200 Wartawan Siap Berangkat 'Retret' Orientasi Kebangsaan dan Bela Negara
- Ombudsman Banten Serahkan Hasil Kajian Pelayanan Samsat dan Pengawasan Program Sekolah Gratis kepada Gubernur Banten
Hujan Lebat Akibatkan Banjir, Longsor dan Jembatan Putus di Pacitan
Hujan Lebat Akibatkan Banjir, Longsor dan Jembatan Putus di Pacitan
PACITAN, beritaindonesianet – Hujan lebat dengan durasi cukup panjang di sebagian wilayah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Minggu sore, (15/ 11), mengakibatkan setidaknya dua kecamatan tergenang banjir. Selain banjir, sejumlah tanah longsor dan jembatan putus di beberapa titik seakan melengkapi bencana alam tersebut.
Puluhan rumah warga, fasilitas umum dan areal persawahan yang tergenang banjir akibat meluapnya Sungai Kebonagung itu, berada di wilayah Kecamatan Kebonagung dan Kecamatan Kota.
Sedangkan jembatan antar desa yang putus terbawa arus, sempat memisahkan Desa Banjarejo dan Desa Punjung. Di dua wilayah desa tersebut juga terjadi longsor, pohon tumbang dan putusnya jaringan listrik.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan, Didik Alih Wibowo, yang dihubungi jurnalis via seluler membenarkan bencana alam tersebut. Akses jalur lalu lintas dari menuju kota terputus
“Ya benar bencana alam itu. Yang meluap Sungai Kebon agung dan anak sungainya. Pendataan rinci kami lakukan besok. Saat ini kami lakukan penanganan darurat dulu,” jelas Didik Alih Wibowo.
Sumber BPBD setempat menyebutkan, meluapnya air Sungai Kebonagung tersebut diakibatkan derasnya air dari wilayah hulu sungai, yang berada di Sungai Grindulu.
Akibatnya, luapan air Sungai Kebonagung di wilayah Kecamatan Kebonagung tersebut meluber melampaui tanggul, hingga menggenangi rumah, fasilitas umum dan areal sawah di desa Sukoharjo, Desa kayen dan desa Purwoasri.
Sejauh ini, bencana alam tersebut tidak ada konfirmasi adanya korban jiwa maupun terluka. Meski demikian, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Guna kepentingan monitoring situasi, pihak BPBD setempat saat ini tengah berkoordinasi dengan aparat terkait lainnya. Aparat menghimbau agar warga masyarakat yang berdampak bencana, tetap tenang dan tetap waspada terhadap gejala di sekelilingnya. (fin).
