- Kadiv Humas Polri: Wartawan Berperan Strategis Menjaga Nilai Kebangsaan, Demokrasi, dan NKRI
- Retret PWI Masuki Hari Kedua, Disiplin dan Integritas Jadi Penekanan
- Rangkaian HPN 2026, PWI dan Kemenhan Gelar Retret Perkuat Pers Profesional dan Berwawasan Kebangsaan
- Danrem 064/MY Tekankan Disiplin dan Etika Prajurit Saat Kunker ke Kodim 0602/Serang.
- Rangkaian HPN 2026, 200 Wartawan Siap Berangkat 'Retret' Orientasi Kebangsaan dan Bela Negara
LSM GRAMM :Laporan Dugaan Skandal Keuangan Anak Perusahaan BUMN PT. INKA (Persero) Tembus Jakarta
MADIUN, beritaindonesianet – Berkas laporan skandal keuangan yang diduga dilakukan anak perusahaan BUMN PT. INKA (Persero), yakni PT. IMSS, yang dikirim LSM GRAMM Madiun beberapa waktu lalu sudah tembus ke berbagai pihak terkait di Jakarta.
Berkas dalam kemasan sejumlah amplop coklat tersebut antara lain dialamatkan kepada Menteri BUMN, BPK, KPK, Bareskrim Polri, Kejagung, LSM MAKI serta sejumlah media nasional.
Indosiar melalui Sekretaris Redaksinya, Yuyuk, yang dikonfirmasi, Jumat (14/ 8), mengaku sudah menerima berkas dimaksud. Yuyuk yang sempat mengirim foto berkas di atas meja redaksinya lewat pesan whatsapp itu, berjanji segera menyerahkan laporan tersebut kepada koordinator liputan.
Sedangkan Koordinator Liputan TV ONE, Kholid, yang dikonfirmasi lewat selularnya mengaku belum ngantor karena cuti. Sehingga dia belum bisa memastikan keberadaan berkas di redaksinya. “Maaf Mas, hari ini saya cuti. Coba besuk akan saya cek ya”, terang Kholid. Hal senada juga disampaikan Koordinator LSM MAKI, Boyamin Saiman, yang mengaku sejak hari Senin pihaknya belum ngantor lantaran masih berada di luar kota. Namun, pada prinsipnya LSM MAKI mendukung upaya yang dilakukan LSM GRAMM.
Sementara, Sekretaris LSM GRAMM, Bambang Gembik, berharap berbagai pihak di Jakarta yang dilapori segera melakukan tindakan sebagaimana harusnya.
“Yang jelas saat ini di lingkup anak perusahaan BUMN PT. INKA sedang terjadi skandal keuangan. Benar tidaknya, biar pihak pihak di Jakarta yang memeriksa, mengaudit, mrngoreksi, kemudian menyimpulkannya”, papar Bambang Gembik. (fin)
