- Retret PWI Masuki Hari Kedua, Disiplin dan Integritas Jadi Penekanan
- Rangkaian HPN 2026, PWI dan Kemenhan Gelar Retret Perkuat Pers Profesional dan Berwawasan Kebangsaan
- Danrem 064/MY Tekankan Disiplin dan Etika Prajurit Saat Kunker ke Kodim 0602/Serang.
- Rangkaian HPN 2026, 200 Wartawan Siap Berangkat 'Retret' Orientasi Kebangsaan dan Bela Negara
- Ombudsman Banten Serahkan Hasil Kajian Pelayanan Samsat dan Pengawasan Program Sekolah Gratis kepada Gubernur Banten
Korban Tsunami Banten Butuh Beras
Pandeglang – Korban tsunami di Desa Sukarame, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, membutuhkan bantuan beras untuk konsumsi sehari-hari. Mereka berharap pemerintah lebih banyak menyalurkan makanan pokok itu.
“Kita berharap pemerintah maupun donasi bagi korban lebih baik menyalurkan bantuannya dalam bentuk beras,” kata Kepala Desa Sukarame, Zaenal seperti dikutip dari Antara, Minggu (13/1/2019).
Ada sekitar 400 jiwa terdampak tsunami di wilayah ini. Mereka tersebar di tiga kampung yang lokasinya berdekatan dengan pesisir Pantai Carita.
Zaenal mengatakan kebanyakan bantuan makanan berupa mi instan, minuman kemasan, aneka makanan dan pakaian bekas. Sedangkan penyaluran bantuan beras relatif sedikit dan tidak mencukupi untuk kebutuhan masyarakat.
Sejumlah warga Desa Sukarame mengaku sangat membutuhkan bantuan beras, karena pasca tsunami tidak memiliki pendapatan. Sehingga kesulitan untuk membeli kebutuhan bahan pokok.
“Kami saat ini hanya memiliki beras sebanyak lima liter dan tidak mencukupi untuk konsumsi keluarga hingga dua pekan ke depan,” kata Sopyan, warga setempat.
Saat ini penyaluran bantuan logistik masih mengalir dari berbagai elemen masyarakat, lembaga, pelajar, mahasiswa dan organisasi kepemudaan. Bantuan juga berasal dari pemerintah daerah, provinsi, Kementerian, BUMN, BNPB, TNI, Polri, perusahaan dan lainnya. (ant)
