- Kadiv Humas Polri: Wartawan Berperan Strategis Menjaga Nilai Kebangsaan, Demokrasi, dan NKRI
- Retret PWI Masuki Hari Kedua, Disiplin dan Integritas Jadi Penekanan
- Rangkaian HPN 2026, PWI dan Kemenhan Gelar Retret Perkuat Pers Profesional dan Berwawasan Kebangsaan
- Danrem 064/MY Tekankan Disiplin dan Etika Prajurit Saat Kunker ke Kodim 0602/Serang.
- Rangkaian HPN 2026, 200 Wartawan Siap Berangkat 'Retret' Orientasi Kebangsaan dan Bela Negara
Selamatkan 119 Penumpang, Pilot China Dapat Hadiah Rp11 M
Internasional – Seorang pilot Sichuan Airlines mendapat hadiah lima juta yuan atau hampir Rp11 miliar karena berhasil mendaratkan pesawat setelah kaca kokpit pecah di ketinggian 32 ribu kaki.
Tak hanya mendapat hadiah, sang pilot asal China, Liu Chuanjian, juga mendapat gelar “kapten pahlawan dalam penerbangan sipil China.”
Chuanjian sedang mengoperasikan pesawat ke Lhasa, Ibu Kota Tibet, saat kaca depan peswawt tiba-tiba pecah di ketinggian 32.000 kaki di atas tanah dan menyedot co-pilotnya, yang mengenakan sabuk pengamannya, keluar dari jendela.
“Tiba-tiba, kaca depan pecah dan menimbulkan suara ledakan yang sangat keras,” katanya. “Hal berikutnya yang saya tahu, ko-pilot saya hampir tersedot keluar dari jendela.”
Chunajian terpaksa segera mendaratkan pesawat Airbus A319 yang mengangkut 119 penumpang. Ko-pilot dilaporkan hanya menderita goresan ringan. Tidak ada penumpang yang terluka.
Selain pilot, awak pesawat lainnya juga diberikan penghargaan karena berhasil menangani kondisi darurat.
Xu Ruichen, ko-pilot berusia 27 tahun menerima hadiah satu juta yuan, (Rp2 miliar). Wakil kapten, Liang Peng, dianugerahi dua juta yuan (Rp4 miliar), dan enam anggota awak lainnya diberi satu juta yuan masing-masing (Rp2 miliar).
Insiden pada 14 Mei tersebut masih diselidiki oleh pihak berwenang. Menurut laporan dari Wall Street Journal, China Southern Airlines mengatakan “kegagalan mekanis” merupakan penyebabnya. (rgt/nat)
