- Ombudsman Banten Serahkan Hasil Kajian Pelayanan Samsat dan Pengawasan Program Sekolah Gratis kepada Gubernur Banten
- Mostbet Canlı Kazino'da Dream Catcher Oyununda Qazanmaq Üçün Strategiyalar
- Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Tangerang Dorong Ekonomi Berkelanjutan Menuju 2026
- Kasrem 064/MY Hadiri HUT ke-69 LVRI, Tegaskan Pentingnya Pewarisan Nilai Kejuangan
- Gubernur Andra Soni dan Wagub Dimyati Terima Anugerah Tokoh Peduli Penyiaran
Arab Saudi Tuduh Lebanon Deklarasi Perang, RI Data WNI
Internasional – Kementerian Luar Negeri RI terus mengamati perkembangan situasi warga Indonesia (WNI) dan keamanan di Lebanon, pasca pernyataan Menteri Urusan Teluk Arab Saudi, Thamer al-Sabhan, yang menyebut bahwa Lebanon telah menyatakan deklarasi perang terhadap Arab Saudi. Pernyataan tersebut diikuti dengan pemberlakuan travel warning atau larangan bepergian terhadap warga Saudi ke Lebanon.
“Selain terus mengamati perkembangan situasi, Kementerian Luar Negeri juga terus melakukan langkah antisipasi, antara lain dengan mendata ulang WNI yang berada di Lebanon, dan mengintensifkan komunikasi dengan Kedutaan Besar RI di Beirut,” kata Kementerian Luar Negeri RI dalam pernyataan, Sabtu (11/11/2017).
Saat ini terdapat 155 WNI di Lebanon. Termasuk keluarga staf KBRI Beirut serta pelajar dan mahasiswa. Selain itu terdapat 1.296 anggota Pasukan Perdamaian Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) asal Indonesia yang bernaung di bawah misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Menurut Kementerian Luar Negeri, keamanan Lebanon bukan hanya penting bagi WNI di Lebanon, tetapi juga sekitar seribu WNI yang masih berada di Suriah.
Hal ini lantaran Lebanon merupakan satu-satunya pintu keluar yang aman dari Suriah.
Saat berlangsungnya konflik di Suriah pada 2012-2014, sedikitnya tujuh ribu tenaga kerja wanita (TKW) di Suriah, dievakuasi ke Lebanon dan ditampung di KBRI Beirut, sebelum diterbangkan ke Indonesia.
Perdana Mentri Lebanon Saad Hariri secara mengejutkan mengumumkan pengunduran diri pada Sabtu (4/11) lalu. Hariri mengaku nyawanya terancam. Mantan PM Lebanon itu kini diyakini bersembunyi di Saudi.
Presiden Lebanon Michel Aoun yakin Hariri ‘diculik’ Saudi. Dia juga menduga Hariri telah mendapat impunitas dari Kerajaan Arab Saudi.
Menteri Urusan Teluk Arab Saudi, Thamer al-Sabhan, yang menyebut bahwa Lebanon telah menyatakan deklarasi perang terhadap Arab Saudi, Minggu (5/11). Sebaliknya pemimpin Hizbullah di Lebanon menuding Arab Saudi-lah yang membunyikan genderang perang, Jumat (10/11). (nat/cnn)
