- Retret PWI Masuki Hari Kedua, Disiplin dan Integritas Jadi Penekanan
- Rangkaian HPN 2026, PWI dan Kemenhan Gelar Retret Perkuat Pers Profesional dan Berwawasan Kebangsaan
- Danrem 064/MY Tekankan Disiplin dan Etika Prajurit Saat Kunker ke Kodim 0602/Serang.
- Rangkaian HPN 2026, 200 Wartawan Siap Berangkat 'Retret' Orientasi Kebangsaan dan Bela Negara
- Ombudsman Banten Serahkan Hasil Kajian Pelayanan Samsat dan Pengawasan Program Sekolah Gratis kepada Gubernur Banten
Masjid di Minnesota Dilempari Bom, FBI Turun Tangan
Internasional – Biro investigasi federal Amerika Serikat (FBI) melakukan penyelidikan kasus pemboman di masjid yang terjadi Sabtu (5/8/2017) dini hari di Bloomington, Minnesota. Insiden itu tidak menimbulkan korban jiwa.
Polisi di Bloomington mendapat laporan adanya ledakan di Masjid Dar Al Farooq, pada pukul 5.05 pagi, waktu setempat. Bom tersebut dilemparkan ke jendela kantor imam, saat jemaah bersiap melakukan salat subuh.
“Saat petugas tiba, yang mereka temukan adalah kepulan asap dan kerusakan pada gedung, tapi tidak ada yang terluka,” kata Kepala Polisi Jeff Potts, dikutip Reuters.
Council on American-Islamic Relations menawarkan imbalan sebesar US$10 ribu bagi mereka yang bisa memberikan informasi mengenai pelaku penyerangan masjid tersebut.
Mohamed Omar, direktur eksekutif Masjid Dar Al Farooq, mengatakan salah satu jemaah melihat sebuah truk melaju kencang menjauhi masjid, setelah ledakan terjadi.
Adapun FBI menduga kasus pemboman itu sebagai serangan anti-Muslim yang semakin meningkat dalam setahun terakhir.
“Penyelidikan awal yang kami lakukan mengindikasikan ledakan disebabkan alat yang melanggar hukum federal,” bunyi pernyataan FBI Divisi Minneapolis melalui Twitter.
Selain FBI dan polisi, kasus tersebut juga diselidiki biro khusus yang menangani alkohol, tembakau dan senjata.
Analisis yang dilakukan Council on American-Islamic Relations pada Mei menemukan 2213 insiden anti-Muslim yang terjadi sepanjang 2016, atau meningkat 57 persen dari tahun sebelumnya. (les/cnn)
