- Danrem 064/MY Tekankan Disiplin dan Etika Prajurit Saat Kunker ke Kodim 0602/Serang.
- Rangkaian HPN 2026, 200 Wartawan Siap Berangkat 'Retret' Orientasi Kebangsaan dan Bela Negara
- Ombudsman Banten Serahkan Hasil Kajian Pelayanan Samsat dan Pengawasan Program Sekolah Gratis kepada Gubernur Banten
- Mostbet Canlı Kazino'da Dream Catcher Oyununda Qazanmaq Üçün Strategiyalar
- Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Tangerang Dorong Ekonomi Berkelanjutan Menuju 2026
Duterte Bekali Tentara dengan Amunisi untuk Bunuh Diri
Internasional – Di tengah memanasnya pertempuran di selatan Filipina, Presiden Rodrigo Duterte menasihati tentaranya agar tak mati di tangan para militan. Ia bahkan rela memberikan amunisi untuk bunuh diri agar nyawa tentaranya dihabisi teroris.
“Saya akan memberikan kalian semua pistol dengan dua kantong amunisi dan satu lagi untuk disiagakan. Salah satu kantong amunisi itu untuk kalian. Dua lainnya untuk musuh,” ujar Duterte kepada para tentara pada Selasa (18/7).
Di hadapannya, sudah berjajar 3.000 pistol yang akan diberikan ke tentara di bawah perjanjian antara Kementerian Layanan Manajemen Pembelanjaan Anggaran dengan perusahaan Armscor Global Defense.
Ia kemudian menginstruksikan para tentara untuk tidak menyerah menggempur militan selagi mereka masih hidup. Namun, jika sudah terdesak, Duterte menyuruh tentaranya untuk bunuh diri ketimbang mati di tangan militan.
“Jangan menyerah selagi masih hidup. Jika terpojok, yang harus kalian lakukan adalah mengangkat tangan kanan kalian dan masukkan pistol itu ke mulut kalian,” ucapnya disambut gelak tawa tentara.
Namun, Duterte tetap berbicara dengan serius. Duterte kemudian berkata, ia rela jika senjata itu jatuh ke tangan lawan, tapi saat tentara memang sudah kehilangan nyawa.
“Jangan biarkan mereka memenggal kepala kalian. Keluarga kalian akan melihat itu. Semua akan sangat menakutkan dan membawa trauma. Untuk itu, kantung amunisi terakhir, itu untuk kalian,” katanya sebagaimana dikutip Inquirer. (has/cnn)
