- Kadiv Humas Polri: Wartawan Berperan Strategis Menjaga Nilai Kebangsaan, Demokrasi, dan NKRI
- Retret PWI Masuki Hari Kedua, Disiplin dan Integritas Jadi Penekanan
- Rangkaian HPN 2026, PWI dan Kemenhan Gelar Retret Perkuat Pers Profesional dan Berwawasan Kebangsaan
- Danrem 064/MY Tekankan Disiplin dan Etika Prajurit Saat Kunker ke Kodim 0602/Serang.
- Rangkaian HPN 2026, 200 Wartawan Siap Berangkat 'Retret' Orientasi Kebangsaan dan Bela Negara
Minat Masyarakat Beli Baja Indonesia Masih Rendah
Cilegon – Terpuruknya harga baja dunia tahun lalu ternyata membuat sejumlah perusahaan baja yang ada gulung tikar. Krakatau Posko sebagai perusahaan baja rekanan Korea dan Indonesia ternyata tak luput dari kerugian, dan melakukan efesiensi di berbagai lini.
Saat ini saja, meskipun produksi sudah full capasity dan secara operasional paling efesien di dunia, perusahaan Krakatau Posko ternyata masih belum untung juga. Deputi Direktur Engineering and construction PT Krakatau Posko Andi Soko mengaku pihaknya memerlukan campur tangan pemerintah dalam pemulihan harga ini. “Mudah-mudahan adanya kesadaran masyarakat untuk menggunakan baja produksi lokal dibandingkan baja luar,” ujarnya, Rabu (8/6/2016)
Saat ini, PT Krakatau Posko sudah memproduksi lima juta ton baja. Produksi andalan berupa slep sudah dihargai 400 dollar per ton. Harga ini sudah merangkak naik dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 200 dollar. “Harga ini belum mencapai harga standar kami yang sebelumnya mencapai 600 dollar per ton,” katanya. (Henny)
