- Kadiv Humas Polri: Wartawan Berperan Strategis Menjaga Nilai Kebangsaan, Demokrasi, dan NKRI
- Retret PWI Masuki Hari Kedua, Disiplin dan Integritas Jadi Penekanan
- Rangkaian HPN 2026, PWI dan Kemenhan Gelar Retret Perkuat Pers Profesional dan Berwawasan Kebangsaan
- Danrem 064/MY Tekankan Disiplin dan Etika Prajurit Saat Kunker ke Kodim 0602/Serang.
- Rangkaian HPN 2026, 200 Wartawan Siap Berangkat 'Retret' Orientasi Kebangsaan dan Bela Negara
Kesadaran Masyarakat Tentang Resiko Bencana Industri Masih Minim
Serang – Tingginya pertumbuhan industri di Banten saat ini sedikit banyak menimbulkan dampak di masyarakat sekitar. Dampak yang sering dipermasalahkan masyarakat terutama dampak negatif seperti polusi suara, udara, dan air.
Namun, ada jenis dampak lain yang tidak banyak diketahui masyarakat. Jika pun tau sebagian dari mereka malah meremehkan dan tidak mempedulikan, yaitu resiko kegagalan industri, terutama industri kimia, seperti ledakan dan kebocoran.
Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten Sumawijaya, potensi kegagal industri ini di sejumlah wilayah industri di Banten sangat rentan. Apalagi mengingat wilayah Banten yang rawan gempa bumi. “Karena itu, untuk mengantisipasi dan meminimkan resiko, kami berusaha mengingatkan dan memberitahukan masyarakat tentang resiko kegagalan industri ini, salah satunya melakukan sosialisasi ke semua kabupaten dan kota,” katanya.
Kepala BPBD mengingatkan masyarakat bahwa posisi Banten terutama wilayah perairan berada di antara lempeng asia dan australia. Lempengan ini hampir setiap waktu bergeser dan menimbulkan getaran. Dan berdasarkan data yang ada, gesekan yang terlaku kuat dari lempeng ini bisa mengakibatan gempa yang berkekuatan 8,5 mega trus, yang bisa menyebabkan gelombang tsunami yang tinggi. “Hal seperti inilah yang harus diwaspadai masyarakat dan pelaku industri, terutama yang lokasinya berada di pinggir pantai,” imbaunya. (Henny)
