- Danrem 064/MY Tekankan Disiplin dan Etika Prajurit Saat Kunker ke Kodim 0602/Serang.
- Rangkaian HPN 2026, 200 Wartawan Siap Berangkat 'Retret' Orientasi Kebangsaan dan Bela Negara
- Ombudsman Banten Serahkan Hasil Kajian Pelayanan Samsat dan Pengawasan Program Sekolah Gratis kepada Gubernur Banten
- Mostbet Canlı Kazino'da Dream Catcher Oyununda Qazanmaq Üçün Strategiyalar
- Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Tangerang Dorong Ekonomi Berkelanjutan Menuju 2026
Ini Kronologi Pembakaran Motor dan Seragam Polwan
Pandeglang – Sehari pasca teror bom yang terjadi di pos polantas Sarinah, Jakarta, giliran anggota kepolisian Polres Pandeglang yang mendapat terror orang tak dikenal. Modus pelaku membakar motor 2 orang polwan di Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Kapolres Pandeglang AKBP Widiatmoko mengakui adanya pembakaran motor tersebut. “Sepeda motornya yang dibakar. Kita masih menyelidiki motifnya,” kata Kapolres Jumat lalu (15/01/2016).
Menurut Kapolres kejadiannya berlangsung Jumat sekitar pukul 03.30, saat kedua polwan masih tidur. Ketiga pelaku yang berboncengan kemudian turun dan mencongkel pintu rumah kontrakan para polwan Polres Pandeglang di Cadasari, Pandeglang, Banten.
Setelah berhasil masuk rumah, pelaku kemudian mengeluarkan dua sepeda motor Yamaha Max dan Honda Vario, milik dua polwan penghuni kontrakan.
Para pelaku juga mengambil satu setel seragam polwan yang menggantung di dinding rumah. Selanjutnya, mereka membakar motor dan baju seragam tersebut di depan rumah. Akibat dibakar, salah satu motor meledak sehingga membangunkan warga sekitar. Warga yang terkejut langsung berlarian ke luar rumah. Karena banyak warga yang datang, para pelaku pun melarikan diri. Kapolres Pandeglang mengaku belum mengetahui motif pembakaran ini.
“Motif asmara tidak, sakit hati juga tidak,” ujarnya. Namun, Kamis lalu, pihak jajaran Polda Banten dan polres polres melakukan razia untuk meminimalisir pergerakan pelaku ledakan bom di Sarinah, Jakarta.
(henny)
