- Danrem 064/MY Tekankan Disiplin dan Etika Prajurit Saat Kunker ke Kodim 0602/Serang.
- Rangkaian HPN 2026, 200 Wartawan Siap Berangkat 'Retret' Orientasi Kebangsaan dan Bela Negara
- Ombudsman Banten Serahkan Hasil Kajian Pelayanan Samsat dan Pengawasan Program Sekolah Gratis kepada Gubernur Banten
- Mostbet Canlı Kazino'da Dream Catcher Oyununda Qazanmaq Üçün Strategiyalar
- Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Tangerang Dorong Ekonomi Berkelanjutan Menuju 2026
Buku Terbaru ISIS Ungkap 8 WNI Bergabung
Jakarta, Beritaindonesianet.com — Organisasi Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) mengeluarkan buku panduan terbaru bagi calon jihadis yang ingin bergabung dengan mereka di Irak dan Suriah, serta cerita sukses jihadis yang sudah bersama mereka, termasuk warga negara Indonesia.
Buku berjudul “Hijrah to Islamic State” (Pindah ke Negara Islam) ini secara detail memberikan arahan bagi siapapun yang ingin pergi ke Irak dan Suriah: dari apa yang harus dibawa, siapa yang harus dikontak, lewat mana mereka pergi, apa yang harus dilakukan jika dihentikan oleh otoritas Turki, hingga pakaian apa yang semestinya mereka pakai.
Namun yang mengejutkan, buku ini juga mengungkapkan bahwa delapan warga Indonesia sudah bersama ISIS di Suriah.
Salah satu bagian buku memuat testimoni seorang warga negara Inggris yang sudah ‘hijrah’ ke Suriah. Ia menceritakan bahwa pada 10 November tahun lalu, seorang aggota ISIS bernama Abu Qa’qaa, menyebutkan soal bergabungnya warga Indonesia saat ditanyakan mengenai jihadi asing.
“Abu Qa’qaa ditanya, ‘Bagaimana dengan jihadi internasional? Apakah mereka disambut oleh warga lokal?’ dan ia menjawab: Ya. Itu betul. Sekelompok orang yang terdiri dari delapan warga Indonesia datang sekitar dua minggu lalu. Mereka (warga lokal) menyukai kami. Terutama orang Arab!” kata jihadi itu.
Menargetkan banyak warga asing, ISIS memang melebarkan sayap mereka tak hanya ke negara-negara Barat, tapi juga ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Meski ini adalah pernyataan resmi pertama dari kelompok militan itu soal warga Indonesia yang bergabung dengan mereka, namun menurut data dari Badan Interlijen Negara (BIN), ada lebih dari 500 WNI sudah bergabung dengan ISIS. (Hen/CNN)
